AS dan Israel Serang Iran, Perang Dunia III di Depan Mata

Iran
Asap membumbung ke udara Iran setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap negara tersebut. /ANTARA/Anadolu/py.

MATASEMARANG.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan militer AS meluncurkan “operasi tempur berskala besar” di Iran. Serangan ini di tengah ledakan yang mengguncang Teheran dan pengumuman Israel telah terlebih dulu menyerang Iran.

“Beberapa saat lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar di Iran. Tujuan kami adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang segera dari rezim Iran,” kata Trump dalam video yang diunggah di akun Truth Social miliknya.

“Iran dengan aktivitas mengancamnya secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan kami di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia,” tambah Trump.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Liverpool Pensiunkan Nomor Punggung 20 Diogo Jota di Semua Level Tim

Orang nomor satu AS itu berjanji akan menghancurkan rudal Iran, meluluhlantakkan industri misilnya, dan memusnahkan angkatan lautnya, seraya menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

“Kami akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri misil mereka hingga rata ke tanah. Itu akan benar-benar, sekali lagi, dimusnahkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Washington akan menindak kelompok-kelompok proksi yang disebutnya mengancam stabilitas kawasan. Ia juga menyinggung penggunaan IED atau bom pinggir jalan yang menurutnya telah melukai dan menewaskan ribuan orang, termasuk warga Amerika.

BACA JUGA  Presiden La Liga: Piala Dunia Antarklub Rusak Ekosistem Kompetisi Sepak Bola

Trump juga kembali menekankan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Merujuk pada sejumlah serangan, termasuk pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Tehran pada 1979, pemboman barak Marinir AS di Beirut pada 1983 yang menewaskan 241 warga Amerika, serta serangan terhadap USS Cole pada 2000, Trump mengatakan bahwa “pasukan Iran telah membunuh dan melukai ratusan personel militer Amerika di Irak”.

Pos terkait