Mengulik Manfaat Jalan Nordik

Nordik Abhinaya
Komunitas jalan nordik di Stadion Tri Lomba Juang Kota Semarang. Dok. Abhinaya

Hasil Studi di Indonesia

Beragam studi jalan nordik di Indonesia juga menghasilkan kesimpulan tidak jauh beda dengan yang di mancanegara.

Riset tentang jalan nordik di Indonesia memang masih tergolong baru dan belum sebanyak di Eropa atau Amerika. Kendati demikian, saat ini sudah mulai berkembang, terutama di kalangan akademikus di bidang fisioterapi dan ilmu keolahragaan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Berbagi Keceriaan, Merekatkan Ikatan Komunitas Jalan Nordik

Riset Universitas Muhammadiyah Surakarta (2018) berjudul Pengaruh Nordic Walking dan Back Extension Exercise terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah pada Lansia menunjukkan jalan nordik efektif menurunkan nyeri punggung bawah dan meningkatkan mobilitas.

Studi Universitas Esa Unggul, Jakarta (2020) menemukan bahwa latihan jalan nordik selama 12 minggu terbukti meningkatkan keseimbangan dinamis pada kelompok lansia, yang sangat penting untuk mencegah risiko jatuh.

Adapun studi Poltekkes Kemenkes Malang (2021) berjudul Nordic Walking Exercise Increases Muscle Strength And Quality Of Life Of Post-Stroke Patients menyimpulkan bahwa latihan jalan nordik dapat menjadi modalitas rehabilitasi yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot dan kualitas hidup pasien pascastroke.

BACA JUGA  “Timur” Siap Menggebrak Bioskop 18 Desember 2025

Beragam riset, baik internasional maupun domestik, menunjukkan ada korelasi sangat kuat dan konsisten dalam mendukung klaim manfaat jalan nordik bagi kesehatan jantung, otot, sendi, dan mental.

“Anggota kami juga merasakan manfaat bagi kesehatan fisik, mental, dan sosial setelah aktif mengikuti jalan nordik,” kata Wati Heru, Ketua Komunitas Jalan Nordik “Abhinaya” Kota Semarang.

Pos terkait