20 Ribu Arsip Sejarah dan Naskah Kuno di Jateng Didigitalisasi

Selain digitalisasi arsip, pihaknya terus mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, sekolah, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi.

Tujuannya, kata di, tentu untuk memperkuat budaya literasi dan kesadaran kearsipan di Jateng.

“Sasaran kami banyak, baik personal, masyarakat, kemudian pondok pesantren, sekolah-sekolah, kemudian perangkat daerah, swasta. Bahkan, BUMD dan sebagainya baik kaitannya literasi maupun kearsipan,” katanya. [Ant].

Bacaan Lainnya

Pos terkait