Bahkan, sebanyak seribu anak yang berasal dari berbagai sekolah di Kota Semarang serempak memainkan wayang dalam acara tersebut.
“Kami ingin memotivasi anak-anak untuk mencintai dan melestarikan budaya sejak dini,” tuturnya.
Agustina pun optimis jika pagelaran ini akan mampu menumbuhkan ekonomi kerakyatan kepada pelaku seni, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan ekonomi kreatif yang menampilkan produk fesyen, kriya, dan kuliner khas Kota Semarang.
Dia menegaskan bahwa integrasi antara budaya dan ekonomi kreatif harus menjadi strategi pembangunan daerah.
“Wayang sebagai warisan dunia sangat mampu menciptakan multiplier effect nyata terhadap perekonomian rakyat,” ujarnya.
Mengusung tema Semarang Semakin Hebat, Wayang Semakin Mendunia, “Festival Wayang Semesta” hadir untuk merayakan warisan budaya bangsa dengan kemegahan seni wayang yang dipadukan dengan sentuhan modern, pengalaman interaktif, serta kolaborasi seniman lintas generasi.
Selama dua hari, sejak siang berlanjut hingga malam hari, festival wayang ini akan diwarnai dengan serangkaian acara dalam menyambut Hari Wayang Nasional 2025. Dimulai dari Pasar UMKM, Wayang Experience, Panggung Komunitas, Pagelaran Wayang Kontemporer, 1.000 Wayang Cilik, Pagelaran Wayang Orang, hingga Pertunjukan Lintas Wayang.
Tidak hanya dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, “Festival Wayang Semesta” turut mendatangkan komedian Nunung dan Cak Lontong untuk memeriahkan dan menghibur masyarakat Kota Semarang. Festival ini terbuka bagi masyarakat umum dan tidak dipungut biaya alias gratis.





















