AS Minta Jepang dan Australia Jadi Sekutu Jika Konflik dengan China

Kapal China di Laut China Selatan
Kapal angkatan laut China dan Rusia mengikuti upacara pemisahan armada di perairan dekat Kota Zhanjiang, Provinsi Guangdong, China selatan, Rabu (17/7/2024). Latihan maritim gabungan China-Rusia bersandi Latihan Gabungan Laut-2024 (Exercise Joint Sea-2024) tuntas pada Rabu. ANTARA FOTO/Xinhua/Yang Jie/rwa.

MATASEMARANG.COM – Departemen Pertahanan AS meminta dukungan Jepang dan Australia dalam potensi konflik AS-China atas Taiwan.

AS mendesak peningkatan pengeluaran militer kedua negara itu, lapor Financial Times pada Sabtu, mengutip sumber yang mengetahui hal tersebut.

Menurut Financial Times, Pentagon menuntut Jepang dan Australia dengan jelas mendefinisikan peran mereka jika AS berperang dengan China atas Taiwan. Itulah tuntutan yang diminta Kepala Kebijakan Pentagon Elbridge Colby dalam pertemuan baru-baru ini dengan pejabat pertahanan Jepang dan Australia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Tim Peneliti UB Identifikasi Dua Genus Baru Mikroalga, Apa Pentingnya bagi Perairan Tropis?

Dalam pertemuan tersebut, Colby dan para sekutu fokus mendiskusikan cara -cara “untuk mengintensifkan dan mempercepat upaya memperkuat pencegahan yang seimbang dan adil,” menurut seorang pejabat Pentagon.

AS telah meminta Jepang dan Australia untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan karena adanya kemungkinan ancaman dari China. Pemerintahan Trump percaya bahwa Jepang dan Australia akan menaikkan anggaran militernya lebih cepat daripada negara-negara Eropa.

Seorang sumber mengatakan bahwa Departemen Pertahanan AS sudah melihat tanda-tanda positif bahwa Jepang dan Australia mulai meningkatkan belanja militernya. Akan tetapi, mereka juga menekankan bahwa penting untuk melihat hasil yang nyata

BACA JUGA  Prabowo Diagendakan Bertemu Trump di AS

China menganggap Taiwan merupakan wilayah kepulauan sebagai bagian integral dari China. Mengakui prinsip satu China adalah syarat bagi negara-negara lain untuk membangun atau mempertahankan hubungan diplomatik dengan pulau itu.

Situasi di sekitar Taiwan memanas pada Agustus 2022, ketika Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi mengunjungi pulau itu.

Pos terkait