MATASEMARANG.COM – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah atau Bank Jateng mencatatkan kinerja impresif pada 2025. Bank pelat merah ini membukukan laba usaha pada tahun 2025 sebesar Rp1,4 triliun.
Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro di Semarang, Jumat, mengatakan bahwa catatan laba tersebut terbesar di antara Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia (BPDSI) yang menjadikan Bank Jateng sebagai BPD tersehat di Indonesia.
Menurut dia, perekonomian di Jateng masih dapat tumbuh di tengah kondisi perekonomian global yang penuh tantangan.
Begitu halnya dengan pencapaian laba bersih Bank Jateng sebesar Rp1,4 triliun, kata dia, tumbuh 11,57 persen dibandingkan tahun 2024.
“Aset Bank Jateng juga baru tahun ini bisa tembus Rp100 triliun. Mudah-mudahan bank Jateng lebih besar dan berkembang,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sebagai pemegang saham pengendali (PSP) meminta kepada jajaran direksi Bank Jateng agar bisa terus meningkatkan kinerja dan targetnya pada tahun 2026.
Termasuk, dalam perannya memberikan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengentasan kemiskinan dan kebencanaan, serta program strategis pemerintah lain.
“Jawa Tengah sangat menarik sekali untuk sentral pembangunan nasional. Saya ingin kekompakan teman-teman (bupati dan wali kota) tetap kita jaga dan pertahankan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Luthfi memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Jateng Tahun Buku 2025 di Bhimasena Hall Kantor Pusat Bank Jateng, Semarang.
Laba usaha tersebut kemudian didistribusikan dalam bentuk deviden dan cadangan umum untuk memperkuat struktur modal.

















