Bank Jateng dan Kemenag Boyolali Kerja Sama Pengelolaan Gaji ASN dan PPPK

Penandatanganan kerja sama Bank Jateng Cabang Boyolali dengan Kemenag Boyolali untuk pengelolaan gaji ASN dan PPPK (foto: Bank Jateng)
Penandatanganan kerja sama Bank Jateng Cabang Boyolali dengan Kemenag Boyolali untuk pengelolaan gaji ASN dan PPPK (foto: Bank Jateng)

MATASEMARANG.COM – Bank Jateng Cabang Boyolali resmi menjalin sinergi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali melalui penandatanganan perjanjian kerja sama pengelolaan gaji, tunjangan, dan honorarium pegawai pada Senin 2 Februari 2026.

Kerja sama ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan hak keuangan sekaligus memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi seluruh ASN dan PPPK di lingkungan Kemenag Boyolali.

Kepala Kantor Kemenag Boyolali H. Muhammad Miftah mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan administratif pegawai melalui fasilitas perbankan yang aman dan terpercaya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Harga Emas Melesat, Mendekati Rp2,8 Juta Per Gram

“Kami berharap kerja sama ini mendukung kelancaran pengelolaan hak keuangan pegawai sekaligus mempermudah akses layanan perbankan yang luas,” ujar Miftah.

Sementara itu, Pemimpin Bank Jateng Cabang Boyolali, Umi Laila Sholichah, menegaskan komitmen pihaknya untuk memberikan layanan profesional dan berkelanjutan.

“Kami siap memberikan dukungan penuh melalui jaringan yang kami miliki. Sinergi ini diharapkan memberi nilai tambah bagi pegawai Kemenag serta berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Dengan adanya kerja sama ini, pegawai Kemenag Boyolali akan lebih mudah mengakses berbagai layanan perbankan, mulai dari pengelolaan gaji hingga fasilitas kredit.

BACA JUGA  Forum Pemred Suarakan Relaksasi Pajak bagi Media

Selain itu, sinergi ini juga diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan di kalangan ASN dan PPPK.

Bank Jateng menilai langkah ini sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung pembangunan daerah melalui layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pos terkait