Menurut Bambang, frontliner memegang peran strategis dalam membangun kepercayaan nasabah. Interaksi petugas keamanan, teller, dan customer service, kata dia, ikut membentuk pengalaman dan persepsi masyarakat tentang kualitas layanan perbankan.
Ia berharap capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh insan Bank Jateng untuk meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan melayani dengan ramah, cepat, tepat, serta profesional.
“Bagi kami, kompetisi ini bukan semata-mata tentang meraih penghargaan, melainkan juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan, memperkuat kepercayaan diri, dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan. Kami berharap semangat berprestasi ini dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari sehingga nasabah semakin merasakan kualitas layanan Bank Jateng,” tambahnya.
Bank Jateng menyampaikan keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dan doa jajaran direksi, kepala divisi, pemimpin grup, pemimpin cabang, serta seluruh insan Bank Jateng.
Ke depan, bank daerah ini berkomitmen terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi daya saing, dengan budaya pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan nasabah. (AD)

















