MATASEMARANG.COM – Untuk menghadapi ancaman gagal panen akibat hujan ekstrem, Gubernur Ahmad Luthfi meminta seluruh kepala daerah segera mengajukan asuransi gagal panen sekaligus memperkuat standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana di tingkat kabupaten/kota.
Menurut Luthfi, banjir yang melanda Kudus, Pati, dan Jepara telah menggenangi lahan pertanian dan berpotensi menurunkan produksi pangan.
Untuk itu, pemerintah kabupaten diminta segera melaporkan luas lahan terdampak kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah guna proses pengajuan asuransi.
“Asuransi gagal panen adalah solusi cepat untuk melindungi petani dari kerugian akibat cuaca ekstrem,” tegasnya.
Selain asuransi, Pemprov Jateng juga menekankan pentingnya kesiapan SOP penanganan bencana, mulai dari penetapan status darurat, pembentukan satuan tugas, penyediaan logistik, hingga pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat terdampak.
Langkah mitigasi ini menjadi bagian dari strategi besar ketahanan pangan Jawa Tengah.
Pemerintah provinsi menargetkan swasembada pangan pada 2026 dengan produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).
“Ketahanan pangan tidak bisa dilakukan sendiri oleh gubernur. Harus ada dukungan penuh dari bupati dan wali kota,” ujar Luthfi.
Dengan kombinasi asuransi pertanian, SOP bencana yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas daerah, Pemprov Jateng optimistis ancaman gagal panen akibat cuaca ekstrem dapat ditekan, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di Jawa Tengah.


















