Cuaca Ekstrem, Pemkot Semarang Evakuasi Belasan Titik Pohon Tumbang

Petugas Disperkim Semarang mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Gajah Mada akibat cuaca ekstrem (foto: Pemkot Semarang)
Petugas Disperkim Semarang mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Gajah Mada akibat cuaca ekstrem (foto: Pemkot Semarang)

MATASEMARANG.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang pada Minggu 8 Maret 2026 memicu belasan titik pohon tumbang di berbagai wilayah.

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) bergerak cepat dengan menerjunkan tim teknis ke Ring 1, 2, hingga 3 untuk memastikan akses jalan kembali normal.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menjelaskan prioritas penanganan dilakukan di jalur utama agar tidak mengganggu lalu lintas serta lokasi yang menimpa rumah dan kendaraan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Komitmen Agustina untuk Jadi Pemimpin bagi Semua Warga Semarang

“Prioritas tentunya yang berada di pinggir jalan agar tidak mengganggu lalu lintas, serta yang tertimpa pohon dan mobil karena pastinya ada korban,” ujarnya.

Sejumlah titik utama seperti Jalan Kyai Saleh, Jalan Gajah Mada, Jalan Papandayan, dan kawasan Pamularsih telah berhasil ditangani.

Sementara itu, pengerjaan di Jalan MH Thamrin masih berlangsung, dan penanganan di Jalan Kepodang kawasan Kota Lama sempat terkendala portal besi.

Tim juga bergerak menuju lokasi tambahan di Watulawang serta Mess Penerbad.

BACA JUGA  Jadwal Pemadaman Listrik 29 Januari 2026, Semarang Selatan dan Tengah Terdampak

Disperkim mengerahkan tujuh unit dump truck, skylift, dan tujuh tim teknis dengan masing-masing tim beranggotakan 7–10 orang.

“Armada kita punya tujuh unit dump truck dan skylift. Personel terdiri dari tujuh tim,” jelas Agustina.

Kejadian ini dilaporkan menimbulkan kerusakan fisik di sejumlah pemukiman dan jalan protokol, termasuk adanya korban.

“Korban ada, baik orang, mobil, rumah, hingga bangunan yang tertimpa,” ungkapnya prihatin.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Semarang menggencarkan inventarisasi pohon rawan tumbang, perapian berkala, hingga penebangan pohon berisiko. Selain itu, warga diimbau meningkatkan kewaspadaan mandiri.

Pos terkait