Sekolah menengah dengan pengantar Bahasa Inggris dan pusat pelatihan di Bangladesh juga tak luput dari perintah penutupan tersebut mulai Senin.
Otoritas setempat meyakini pembatasan kegiatan akademis di masa-masa ini akan membantu menekan secara signifikan permintaan energi harian, khususnya di kawasan perkotaan di mana institusi pendidikan menjadi salah satu pengguna terbesar pasokan listrik di siang hari.
Langkah tersebut diambil ketika Bangladesh menghadapi tekanan yang meningkat dalam hal rantai pasok energi akibat disrupsi di pasar bahan bakar global menyusul konflik di Timur Tengah. [Ant]

















