Hipnoterapi Berperan Jaga Kesehatan Mental Remaja

Kepala Puskesmas Lohbener, Jawa Barat, melakukan hipnoterapi kepada siswa. ANTARA PHOTO/Dedhez Budget/rwa.

MATASEMARANG – Pakar hipnoterapi dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Olah Pikir (LOA) Avifi Arka menjelaskan hipnoterapi dapat menjadi salah satu metode untuk menjaga kesehatan mental di saat terjadi peningkatan angka bunuh diri di Indonesia.

Dalam pernyataan diterima di Jakarta, Sabtu, Avifi Arka sebagai pakar hipnoterapi dari LOA Indonesia, satu-satunya lembaga pelatihan bidang hipnosis yang terakreditasi, menyoroti pentingnya pendekatan hipnoterapi dan hypno parenting sebagai upaya konkret menjaga kesehatan mental, terutama pada anak-anak dan remaja.

BACA JUGA  MA Tolak Kasasi "Crazy Rich" Budi Said

“Ini bukan lagi sekadar angka. Ini krisis nyata. Apalagi di lingkungan pendidikan Indonesia heboh dengan adanya ratusan anak SMP di Bali yang belum bisa membaca. Itu bukan hanya masalah akademik pada anak dan remaja Bali, tapi juga indikasi tekanan psikologis yang tidak kecil,” kata Avifi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Tinggal Dekat Menara SUTT Berbahaya? PLN Ungkap Faktanya

Disampaikan dalam seminar yang diadakan Pengurus Daerah Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PD PAFI) Bali, dia menyoroti bahwa angka bunuh diri di Bali saat ini tergolong paling tinggi di Indonesia. Menurutnya, hal ini menjadi alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Bali saat ini menghadapi darurat kesehatan mental. Data menunjukkan Bali mencatat tingkat bunuh diri tertinggi secara nasional,” jelasnya.

Avifi menyebutkan bahwa angka bunuh diri di Bali saat ini tergolong paling tinggi di Indonesia. Menurutnya hal ini menjadi alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

BACA JUGA  Mengejutkan, Valentino Rossi Tidak Masukkan Marc Marquez sebagai Rival

Mengacu pada data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri dan laporan media lokal, sepanjang 2023 tercatat 135 kasus bunuh diri di Bali, yang berarti terdapat sekitar 3,07 kasus per 100.000 penduduk. Sementara pada 2024, jumlahnya masih tinggi, yakni 95 kasus, dan dalam tiga bulan pertama 2025 sudah ada 31 kasus.

Pos terkait