MATASEMARANG.COM – Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang terjadi di Kota Semarang pada Rabu, 4 Maret 2026, menyebabkan ratusan rumah dan bangunan rusak serta pohon tumbang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martanto menjelaskan hingga Kamis, 5 Maret 2026 tercatat 209 kejadian bencana akibat angin puting beliung. Ia merincikan ada 104 kejadian pohon tumbang dan 105 bangunan rusak.
“Hujan deras disertai angin ini yang menyebabkan pohin tumbang dan bangunan rumah rusak, ada yang bangunan tertimpa pohon, maupun atap hingga dinding yang roboh,” kata Endro.
Ia mengatakan bencana ini bahkan merata hampir di seluruh wilayah Kota Semarang. Dampak angin puting beliung yang menyebabkan rumah atau bangunan roboh ini terjadi di wilayah Kecamatan Semarang Utara, Semarang Selatan, Semarang Barat, Semarang Timur, Tembalang, Ngaliyan, Gayamsari, Gajahmungkur, hingga Candi.
Endro mengatakan pihaknya langsung melakukan penanganan berupa assemen, pemasangan terpal di beberapa titik area tanah longsor dan puting beliung hingga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Disperkim, PLN, hingga relawan untuk melakukan pemotongan pohon tumbang di berbagai titik.
Endro menyebut wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Ngaliyan. Meksi demikian tidak ada korban jiwa, hanya ada warga yang mengalami luka-luka akibat bencana ini.
“Jadi kalau bicara yang parah Ngaliyan. Tapi memang ini masif merata termasuk di semarang utara banyak rumah yang atapnya rusak, ada juga pohon yang menimpa rumah jadi memang relatif rata baik di wilayah Semarang atas maupun bawah,” pungkasnya.


















