IHSG Terpuruk di Bawah 7.000, Kurs Rupiah Melemah Lampaui Rp17.000

Pendapatan pemerintah didukung oleh penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun, yang naik 20,7 persen. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp67,9 triliun, turun 12,6 persen, sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp112,1 triliun, juga mengalami penurunan sebesar 3 persen.

Total belanja pemerintah terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp610,3 triliun yang meningkat signifikan sebesar 47,7 persen, serta transfer ke daerah sebesar Rp204,8 triliun yang sedikit menurun 1,1 persen.

Di sisi lain, pelaku pasar mencermati kabar bahwa unit sovereign wealth fund Danantara menandatangani kesepakatan pada 1 April 2026, untuk mengakuisisi unit manajemen investasi milik bank-bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI, serta PT Permodalan Nasional Madani dengan nilai Rp2,7 triliun, yang masih menunggu persetujuan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Presiden Tanya Bagaimana APBN, Purbaya: Aman, Pak!

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,25 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 1,29 persen dan 0,57 persen.

Sedangkan tujuh sektor melemah yaitu sektor barang konsumen primer turun paling dalam sebesar 0,98 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 0,96 persen dan 0,89 persen

Pos terkait