Ingin Benahi Kota Tua, Rano Karno Kunjungi Kota Lama Semarang

Wagub DKI Rano Karno kunjungi Kota Lama Semarang. (matasemarang.com/Lia DIna)
Wagub DKI Rano Karno kunjungi Kota Lama Semarang. (matasemarang.com/Lia DIna)

MATASEMARANG.COM – Keberhasilan Kota Semarang dalam melakukan revitalisasi Kawasan Kota Lama rupanya membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno untuk datang berkunjung. Diketahui, Kota Lama Semarang menjadi cagar budaya nasional yang mampu menyedot wisatawan lokal hingga mancanegara untuk datang berkunjung.

Dalam kunjungannya, Rano Karno disambut hangat Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng untuk menyaksikan kawasan bersejarah di Kota Semarang yang kini menjadi destinasi unggulan Ibu Kota Jawa Tengah.

Rano Karno mengatakan pemilihan Kota Semarang didasari atas kesamaan struktur antara Kota Tua Jakarta dan Kota Lama Semarang. Dirinya mengakui bahwa Kota Semarang telah berhasil menghidupkan bangunan bersejarahnya menjadi ikon wisata.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  32 Perjalanan Kereta Wisata Disiapkan Hadapi Masa Angkutan Nataru 2025/2026

“Kami ingin menjalin kerja sama sekaligus belajar dari Semarang. Jakarta ingin membenahi Kota Tua, dan kami melihat adanya kemiripan struktur dengan kawasan ini,” kata Rano.

Sementara itu Wali Kota Semarang mengatakan dengan adanya kunjungan ini menjadi kesempatan juga bagi Kota Semarang untuk belajar dan berbagi ilmu.

“Kota Lama Semarang telah melalui rangkaian panjang proses revitalisasi yang tidak hanya mempertahankan struktur bangunan bersejarah, tetapi juga menjadikannya sebagai kawasan wisata urban yang hidup dan lestari,” kata Agustina.

BACA JUGA  Ahmad Luthfi Sebut Jateng Fair 2025 Tak Boleh Kalah dari PRJ

Agustina menekankan bahwa kunci keberhasilan membangun ruang bersejarah yang berkelanjutan terletak pada sinergi pengelolaan yang konsisten dan dukungan semua pihak.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pak Wagub yang hadir di sini untuk belajar bersama. Revitalisasi ini membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga pelaku ekonomi kreatif,” tuturnya.

Pos terkait