Langkah ini memperkuat posisi Semarang sebagai kota percontohan pengelolaan kawasan bersejarah dan pariwisata berbasis budaya di tingkat nasional.
Agustina menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem revitalisasi heritage dengan membangun jejaring kerja sama antar wilayah, memperkuat partisipasi masyarakat, sekaligus memposisikan Semarang sebagai pusat konservasi budaya yang adaptif terhadap ekonomi modern.
“Harapan saya, kolaborasi antara Semarang dan Jakarta ini menjadi pemantik bagi wilayah lain di Indonesia untuk lebih peduli pada akar sejarahnya. Kota Semarang siap menjadi mitra strategis bagi siapa pun yang ingin mewujudkan kawasan bersejarah yang hidup, lestari, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.





















