Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan dengan adanya program magang nasional ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi generasi muda setelah benar-benar terjun ke dunia kerja.
“Kita ingin memastikan bahwa pelaksanaan magang ini benar-benar sesuai tujuan, yaitu memberikan pengalaman, exposure, dan peningkatan kompetensi bagi peserta selama enam bulan,” kata Yassierli.
Dia mengatakan, peserta magang tidak hanya bekerja secara praktik, tetapi juga didampingi mentor serta diwajibkan mengisi logbook harian.
Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap aktivitas yang dilakukan berkontribusi pada pengembangan keterampilan mereka.
Yassierli juga telah melakukan wawancara langsung dengan sejumlah peserta. Dari hasil dialog tersebut, ia melihat adanya perspektif baru yang berkembang, khususnya dalam sektor industri kreatif.
“Ini sesuatu yang positif dan perlu didukung. Industri kreatif seperti ini punya potensi besar membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Program magang nasional Kementerian Ketenagakerjaan sendiri, menurutnya, bukan semata-mata ditujukan agar peserta langsung direkrut oleh perusahaan tempat magang. Namun, lebih pada mempersiapkan mereka agar siap memasuki dunia kerja.
Namun diakuinya tidak sedikit perusahaan yang akhirnya merekrut peserta magang karena dinilai sudah memiliki kemampuan yang mumpuni setelah menjalani program selama enam bulan.
“Setelah magang, mereka sudah punya pengalaman dan sertifikat. Tentu ini menjadi nilai tambah dibandingkan fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja,” ungkapnya.




















