IPAL Komunal, Upaya Pemkot Dorong UMKM Semarang Lebih Ramah Lingkungan

Wali Kota Semarang mengunjungi IPAL di Kampung Mangut Bandarharjo. (matasemarang.com/Lia Dina)
Wali Kota Semarang mengunjungi IPAL di Kampung Mangut Bandarharjo. (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang mendukung pengembangan UMKM kuliner dengan mengedepankan kelestarian lingkungan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat mengunjungi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Mangut Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara.

Kampung Mangut Bandarharjo dikenal sebagai sentra produksi mangut, yang menjadi salah satu kuliner khas Kota Semarang, dengan aktivitas pengolahan ikan yang dilakukan setiap hari oleh warga.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  RT Ogah Cairkan Dana Operasional Rp25 Juta, Wali Kota Semarang: Itu Hak Mereka

Guna mengantisipasi dampak limbah cair hasil produksi, Pemerintah Kota Semarang membangun IPAL komunal yang berfungsi mengolah limbah sebelum dibuang ke saluran lingkungan.

Dalam kunjungannya, Agustina meninjau langsung proses pengolahan limbah di IPAL serta berdialog dengan warga dan pelaku UMKM.

Dirinya menegaskan bahwa keberadaan IPAL menjadi elemen penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

“Bandarharjo ini adalah contoh bagaimana kampung tematik bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi warga. Namun pertumbuhan itu harus diiringi dengan pengelolaan lingkungan yang baik. IPAL ini hadir untuk memastikan produksi mangut tetap berjalan tanpa mencemari lingkungan,” kata dia.

BACA JUGA  Viral Video Pintu Bus Trans Semarang Terbuka saat Jalan, Manajemen: Tidak Sesuai SOP

Agustina juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola IPAL secara bersama-sama. Menurutnya, keberhasilan infrastruktur lingkungan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesadaran dan komitmen warga dalam merawat serta memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Pos terkait