MATASEMARANG.COM – Iran kembali melanjutkan pasokan gas ke Irak sebanyak 5 juta meter kubik per hari ke Irak setelah sempat terhenti akibat serangan terhadap infrastruktur gas.
Pernyataan Juru Bicara Kementerian Kelistrikan Irak Ahmed Musa itu seolah meledek serangan AS, yang secara faktual tidak memengaruhi secara signifikan produksi gas Iran.
“Hari ini pasokan gas Iran ke Irak kembali dilanjutkan sebesar 5 juta meter kubik. Volume gas secara bertahap dipulihkan untuk memperkuat jaringan listrik nasional dan meningkatkan kapasitas operasional pembangkit listrik,” kata Musa pada Sabtu (21/3).
Ia menambahkan, pembangkit listrik di Irak terdampak penghentian sementara pasokan gas Iran, sehingga pemerintah mengambil langkah alternatif dengan memanfaatkan gas domestik dan mengalihkan sebagian pembangkit ke bahan bakar diesel.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran kemudian meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah.
AS sejauh ini mengklaim telah menyerang lebih dari 8.000 target militer di Iran, termasuk 130 kapal, kata Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, pada Sabtu (21/3).
“Sejauh ini, kami telah menyerang lebih dari 8.000 target militer, termasuk 130 kapal Iran,” ujar Cooper melalui platform X dalam pembaruan keempat terkait Operasi Epic Fury.
Ia menambahkan bahwa Angkatan Udara AS telah melaksanakan lebih dari 8.000 sorti tempur.





















