MATASEMARANG.COM – Upaya menjaga harmoni sosial dan memperluas inklusivitas dilakukan Pemerintah Kota Semarang melalui kegiatan sahur bersama tokoh nasional Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Pura Agung Girinatha pada Selasa, 24 Februari 2026.
Momentum sahur Ramadan yang berlangsung di rumah ibadah umat Hindu tersebut menjadi simbol bahwa keberagaman di Kota Semarang dirawat dalam praktik.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan harmoni sosial adalah fondasi pembangunan kota.
Ia menyampaikan bahwa capaian Kota Semarang yang berada di tiga besar nasional Indeks Kota Toleran menjadi indikator bahwa ruang aman bagi seluruh warga terus dijaga.
“Harmoni ini tidak hadir dengan sendirinya, harmoni ini dibangun dari kesediaan untuk saling memahami, keberanian untuk saling menerima, dan komitmen bersama untuk menempatkan kemanusiaan di atas segala perbedaan,” kata Agustina.
Agustina menekankan bahwa toleransi bagi Kota Semarang berarti memastikan setiap warga merasa aman menjalankan ibadahnya.
“Bagi kami, toleransi adalah bagaimana setiap warga merasa aman menjalankan ibadahnya, bagaimana perbedaan hadir tanpa rasa curiga, dan bagaimana kita saling menyapa sebagai sesama manusia dengan hormat dan hangat,” tuturnya.
Selain memperkuat komitmen lintas iman, Pemerintah Kota Semarang juga memperluas makna inklusivitas melalui pembangunan Rumah Inspirasi Disabilitas.
Dari 16 kecamatan di Kota Semarang, sebanyak tujuh rumah inspirasi telah beroperasi menjadi ruang bertemu, bermain, dan memperoleh akses yang setara bagi penyandang disabilitas.

















