Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Pemerintahan Trump

“Sebagian besar rakyat Amerika tak tahu bahwa uang pajak kita digunakan untuk menyubsidi aksi kekerasan,” kata seorang pengunjuk rasa, Hazami Barmada (43), sebagaimana dilaporkan The Guardian.

“Hal ini terjadi ketika banyak rakyat Amerika tak dapat membayar tempat tinggal, susu, sekolah, ataupun layanan kesehatan. Harga-harga naik ketika kita berperang dalam perangnya Israel,” ucap Barmada.

Sementara itu, CNN melaporkan adanya unjuk rasa tandingan di sejumlah titik, seperti di West Palm Beach, Florida, di mana sekitar 50 pendukung Trump dengan topi “Proud Boys” berhadapan dengan pengunjuk rasa “No Kings”.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Trump Ancam Kanada Tarif 100 Persen Jika Dekati China

Koalisi “No Kings” menekankan bahwa aksi unjuk rasa mereka adalah tanpa kekerasan, dengan semua bentuk senjata dilarang dan pemimpin aksi diberi latihan deeskalasi konflik.

Adapun pada unjuk rasa “No Kings” pertama pada Juni 2025, seorang pengunjuk rasa terbunuh dan seorang lainnya terluka oleh seorang relawan 50501 yang menembakkan senjatanya usai melihat seseorang membawa senjata api dalam unjuk rasa di Salt Lake City, Utah. [Ant/Anadolu]

Pos terkait