MATASEMARANG.COM – Pakar Kebijakan Publik Universitas Diponegoro (Undip) Bangkit Aditya Wiryawan menilai kinerja Pemerintah Kota Semarang selama setahun terakhir, tepatnya sejak kepemimpinan Agustina-Iswar yang menunjukkan tren positif, terutama dari sisi ekonomi makro.
Meski demikian, sejumlah catatan penting masih perlu menjadi perhatian, khususnya terkait pemerataan pembangunan.
Berdasarkan data terakhir yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional tercatat sebesar 5,3 persen. Sementara itu, Kota Semarang mampu mencatatkan pertumbuhan sekitar 5,37 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
“Jadi saya menganggap kontribusi Pemkot Semarang untuk mempertahankan laju pertumbuhan itu cukup baik. Selama setahun terakhir stabilitas makro bisa terjaga,” kata Bangkit, Rabu 25 Februari 2026.
Ia juga menilai stabilitas tersebut berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan di Kota Semarang. Meski laju penurunannya belum secepat daerah lain, tren penurunan tetap terjadi dan patut diapresiasi.
“Secara umum saya melihat tren positif ini sebagai satu hal yang bisa diapresiasi,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undip ini.
Menurutnya, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah respons cepat Pemkot Semarang dalam menangani persoalan infrastruktur, terutama perbaikan jalan yang masif dilakukan dalam setahun terakhir.
Program bantuan operasional RT cukup jenius mendorong belanja masyarakat, sehingga roda ekonomi tetap berputar. Namun demikian, kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi tetap berasal dari peran aktif masyarakat.


















