Kebijakan Pemkot Semarang Dinilai Mampu Tumbuhkan Ekonomi

Pakar Kebijakan Publik Universitas Diponegoro (Undip), Bangkit Aditya Wiryawan. (matasemarang.com/Lia Dina)
Pakar Kebijakan Publik Universitas Diponegoro (Undip), Bangkit Aditya Wiryawan. (matasemarang.com/Lia Dina)

“Kebijakan dan langkah-langkah pemerintah itu positif,” ujarnya.

Dalam hal pemerataan pembangunan, ia mengakui infrastruktur di wilayah pusat kota relatif lebih baik dibandingkan daerah pinggiran dan perbatasan. Kondisi ini berpotensi memperlebar ketimpangan apabila tidak segera diatasi.

Sementara itu, program transportasi publik gratis seperti feeder dan BRT merupakan kebijakan yang sangat membantu masyarakat, terutama pelajar dan kelompok rentan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Gelar FGD, LPTQ Kota Semarang Perkuat Kafilah Menuju MTQ Tingkat Nasional

“Program ini bagus dan bisa diapresiasi. Kalau bisa diperluas, ini sangat membantu pengeluaran anak sekolah dan masyarakat yang masih kekurangan akses transportasi,” jelasnya.

Ke depan, tantangan besar Pemkot Semarang masih berkutat pada persoalan rob di wilayah utara. Menurutnya, pemkot memiliki keterbatasan dalam menangani persoalan tersebut, sehingga diperlukan langkah-langkah inovatif serta sinergi dengan proyek-proyek besar seperti pembangunan tanggul laut.

Selain infrastruktur, ia menekankan pentingnya intervensi pemerintah kota dalam mengurangi ketimpangan penduduk.

BACA JUGA  Anak 15 Tahun Ditemukan Berjalan Sendirian di Jalur Bawen-Salatiga

“Mungkin kemiskinan bukan masalah utama di Semarang, tapi ketimpangannya. Diharapkan muncul inovasi-inovasi pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan yang benar-benar berhasil,” pungkasnya.

Pos terkait