Kota Semarang Kembangkan Peta Risiko Kesehatan

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang mengembangkan peta risiko kesehatan untuk setiap wilayah. Upaya ini sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Semarang Budi Prakosa, di Semarang, Selasa, menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga dan fondasi bagi kemajuan kota.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Kesehatan (Rakerkes) Kota Semarang 2025 yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, hingga kader masyarakat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pengerukan Sampah di TPS Muktiharjo Kidul Ditargetkan Selesai Besok

Menurut dia, pendekatan melalui peta kesehatan memungkinkan identifikasi masalah lebih cepat, penentuan prioritas lebih tepat, dan intervensi lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.

Mewakili Wali Kota Semarang, Budi menyampaikan bahwa upaya Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan mulai menunjukkan hasil nyata.

Data Dinas Kesehatan Kota Semarang hingga pekan ke-37 tahun 2025 mencatat, angka kematian ibu menurun dari 14 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 10 kasus, sementara angka kematian bayi juga turun signifikan dari 139 menjadi 76 kasus.

BACA JUGA  Pemkot Semarang Dorong KH Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

“Menurunnya angka kematian ibu dan bayi ini patut kita syukuri, tetapi jangan membuat kita lengah. Justru ini harus menjadi pemacu agar setiap anak lahir sehat dan setiap ibu selamat,” katanya.

Karena itu, ia mengajak semua pihak harus bergerak bersama karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga seluruh masyarakat.

Selain penurunan angka kematian, Pemkot Semarang juga memberi perhatian serius pada masalah stunting dan kesehatan anak.

Pos terkait