Di bidang infrastruktur, Agustina menyampaikan bahwa penataan drainase di Kecamatan Semarang Barat menjadi prioritas. Wilayah ini termasuk jalur air yang menerima limpasan dari daerah atas, sehingga pengendalian banjir memerlukan sistem saluran yang optimal.
Pada tahun sebelumnya, Pemkot telah melakukan perbaikan ruas Jalan Anjasmoro dan Jalan Simongan serta normalisasi saluran drainase di sejumlah titik. Program Semarang Bersih dan penguatan infrastruktur tangguh bencana akan terus dilanjutkan pada 2026.
Agustina juga mengingatkan bahwa proses penataan saluran air mungkin berdampak pada aktivitas di beberapa titik. Namun langkah tersebut dilakukan demi kepentingan jangka panjang, agar risiko genangan dapat ditekan dan lingkungan menjadi lebih aman.
Di sektor kesehatan, dirinya mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 terdapat 228.000 warga Kota Semarang yang memanfaatkan layanan Universal Health Coverage (UHC).
Warga yang BPJS-nya tidak aktif atau belum terdaftar tetap mendapatkan jaminan pembiayaan melalui skema yang difasilitasi Pemkot Semarang.
“Prinsipnya, kesehatan warga harus terjamin. Jangan sampai ada yang tidak tertangani karena kendala administrasi,” tuturnya.
Selain itu, Pemkot juga menghadirkan Rumah Inspirasi sebagai ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, agar semakin banyak warga yang mendapatkan akses pendampingan dan penguatan kapasitas.
Rangkaian buka puasa bersama di Masjid Nurul Huda turut dimeriahkan penampilan Band Senopati, Semarang Idol, serta kehadiran pasar takjil dan pasar murah Kempling Semar yang membantu warga memperoleh kebutuhan dengan harga terjangkau.


















