MATASEMARANG.COM – Potensi bencana hidrometeorologi mengintai masyarakat Kota Semarang. Cuaca ekstrem dengan hujan lebat dan angin kencang yang terjadi di Kota Semarang mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik.
Selain memakan korban jiwa, pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini juga menghambat arus lalu lintas. Pemerintah Kota Semarang bergerak menangani dampak dari cuaca ekstrem yang ada di beberapa wilayah.
Berdasarkan laporan, insiden pohon tumbang terjadi di sejumlah lokasi, antara lain di depan RSUD KRMT Wongsonegoro, Jalan Suratmo samping BNI, depan Posko PMK Induk yang bahkan mengenai kendaraan yang terparkir, serta menimpa rumah warga di Tambak Boyo.
Cuaca buruk juga mengakibatkan baliho di Kebonharjo roboh dan atap dapur SPPG di Mangkang Kulon terangkat akibat terpaan angin kencang.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) bersama perangkat daerah terkait, penanganan langsung dilakukan dengan mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan material yang menutup akses jalan.
Upaya ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga dan memulihkan kondisi di lapangan agar aktivitas masyarakat khususnya pengguna jalan kembali normal.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengatakan jika Pemkot Semarang berkomitmen memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.
Pihaknya juga melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, khususnya kawasan dengan pepohonan besar dan area yang sebelumnya tercatat memiliki kerentanan saat terjadi hujan lebat dan angin kencang.





















