MATASEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan persiapan program mudik dan balik rantau gratis Lebaran 2026.
Rapat koordinasi lanjutan dipimpin Sekretaris Daerah Jateng, Sumarno, bersama perwakilan kabupaten/kota, BUMN, BUMD, serta dunia usaha di Grhadika Bhakti Praja.
Sumarno menegaskan, program mudik dan balik rantau merupakan agenda tahunan yang selalu dievaluasi.
“Yang kita lakukan ini adalah untuk memudahkan saudara-saudara kita agar bisa mudik dengan aman dan selamat. Berbagai permasalahan di tahun-tahun sebelumnya tentu menjadi bahan evaluasi untuk kita perbaiki di tahun 2026,” ujarnya, Rabu 7 Januari 2026.
Hingga kini, Pemprov Jateng telah menyiapkan 349 unit bus dan 20 armada kereta api. Jumlah tersebut masih di bawah capaian tahun 2025 yang mencapai 383 unit bus, sehingga penambahan armada terus diupayakan.
Selain itu, masukan dari paguyuban peserta terkait penambahan titik pemberangkatan dan tujuan juga menjadi perhatian. Pemprov Jateng berkomitmen melakukan pemetaan domisili peserta agar titik keberangkatan lebih dekat dengan lokasi tempat tinggal masyarakat.
“Dengan titik yang lebih dekat, masyarakat tidak perlu menambah biaya untuk menuju lokasi pemberangkatan. Ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik,” jelas Sumarno.
Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko, menambahkan bahwa pihaknya melakukan pencermatan ulang untuk menetapkan titik satelit pemberangkatan.
Contohnya, Asrama Haji Donohudan Boyolali memiliki titik satelit di Sragen, Karanganyar, Wonogiri, dan Klaten. Terminal Tipe A Mangkang Semarang memiliki titik satelit di Jepara dan Blora, sementara Terminal Bulupitu Banyumas dilengkapi titik satelit di Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.


















