MATASEMARANG.COM – Menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang telah menyiapkan berbagai kegiatan termasuk mempersiapkan destinasi wisata yang bisa menjadi jujugan bagi wisatawan.
Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mengakui hingga saat ini memang kawasan Kota Lama masih menjadi destinasi unggulan di Ibu Kota Jawa Tengah.
Namun demikian, pihaknya juga berupaya memecah keramaian di Kawasan Kota Lama terutama di sekitar Taman Sriguntimg dengan mengoptimalkan keberadaan Museum Kota Lama yang masih berada di kawasan Kota Lama yakni di Bundaran Bubakan.
Pihaknya mencoba membuat Museum Kota Lama semakin menarik bagi wisatawan, sebab museum ini menjadi salah satu sarana edukasi sejarah Kota Semarang.
“Kita coba buat Museum ini jadi wahana yang menarik, yakni dengan program menjelajah di sana,” kata Iin, sapaan akrabnya, Kamis, 12 Februari 2026.
Iin mengatakan jika sejauh ini Museum Kota Lama masih ramai dikunjungi wisatawan khususnya kalangan pelajar. Pemerintah Kota Semarang memang mendorong sisa sekolah untuk berkunjung ke museum Kota Lama sebagai sarana edukasi dan belajar sejarah.
“Museum Kota Lama juga telah ditempatkan sebagai salah satu museum cerdas di Indonesia. Bahkan saat libur Nataru itu kunjungan perharinya rata-rata 200 orang,” beber Iin.
Iin menjelaskan untuk berkunjung ke museum ini bisa datang langsung, mendaftar lewat online atau memesan lewat telepon. Pembatasan pengunjung sengaja dilakukan karena ada penjelasan dari tour guide.





















