MATASEMARANG.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana rencananya akan melakukan normalisasi Sungai Plumbon pada 2027 mendatang.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Jaringan Sumber Air BBWS Pemali Juana Lalu Ardian pada Rabu, 25 Februari 2026.
Ia mengatakan saat ini BBWS bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan fokus pada pembebasan lahan. Pada 2025, sudah dilakukan pembebasan lahan sebanyak 92 bidang dari
Total 320 bidang yang akan dibebaskan untuk mendukung normalisasi Sungai Plumbon.
“Saat ini tahap pembebasan lahan. Kemarin sudah kita bayar sepertiga dan sisanya semoga tahun ini bisa terealisasi untuk pembebasan lahan membeli tanah warga dari 320 bidang yang sudah terbayar ada 90an bidang,” kata dia.
Ardian mengatakan untuk membebaskan 200an bidang lagi, pemerintah membutuhkan anggaran sebesar Rp132 miliar. Sebelumnya, anggaran sebesar Rp71 miliar telah dikeluarkan dari APBN untuk membebaskan 92 bidang lahan.
Menurutnya, identifikasi tanah hingga penetapan lokasi (panlok) sudah dilakukan, hanya tinggal pembebasan lahan milik warga. Diakuinya, untuk pembebasan lahan memang harus menunggu pencairan anggaran dari APBN, sehingga pembebasan lahan membutuhkan cukup waktu.
“Kendalanya memang pada anggaran pembebasan lahan, nominalnya Rp132 miliar. Setelah pembebasan lahan selesai, kami upayakan 2027 mulai pembangunan fisik,” tuturnya.
Rencananya untuk pembebasan lahan memang akan menggunakan APBN murni, sebab Wali Kota Semarang juga telah bersurat ke KemenPU untuk memohon agar pembebasan lahan bisa menggunakan APBN secara keseluruhan.


















