NU dan Muhammadiyah: Pelapor Pandji Bukan Bagian Organisasi

MATASEMARANG.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah tegas menolak mengakui bahwa kelompok yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono sebagai bagain dari ormas Islam terbesar di Indonesia ini.

Dua ormas tersebut menegaskan kelompok yang melaporkan Pandji ke kepolisian bukan bagian maupun sikap resmi organisasi.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” ujar Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla seperti dikutip dalam resmi PBNU di Jakarta, Jumat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Peneliti BRIN Temukan Spesies Baru Katak Bertaring

Menurutnya, sejak dulu banyak kelompok atau individu yang melakukan berbagai aktivitas dengan mengatasnamakan NU. Hal tersebut, kata Gus Ulil, tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi besar yang bersifat terbuka.

“Tetapi, sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” kata dia.

Ia mengatakan sejumlah gerakan yang muncul atas nama NU kerap bersifat spontan dan temporer. Bahkan, sebagian hanya bertahan dalam hitungan jam.

BACA JUGA  Piutang Kasus Ijazah Tertahan Rp 7,6 Miliar Pengaruhi Operasional Sekolah Swasta hingga Gaji Guru

“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya enggak ada lagi. Itulah uniknya NU,” kata dia.

Gus Ulil menyoroti pentingnya ruang humor di tengah kehidupan masyarakat. Ia menyayangkan apabila seorang komedian yang bertugas menghibur publik justru harus berhadapan dengan proses hukum.

Sementara itu, melalui akun resmi X, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyebut pernyataan dan tindakan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah.

Pos terkait