Pekerja Migran Indonesia Jadi Pejuang Devisa, Punya Kontribusi menuju Indonesia Emas

Menteri juga berharap generasi penerus Pekerja Migran setelah kembali ke tanah Air, mereka dapat tumbuh menjadi pengusaha sukses. 

“Kalian (Pekerja migran) pulang-pulang juga diharapkan jadi pengusaha sukses,” kata Mukhtarudin sambil menekankan bahwa buku saku literasi keuangan yang diluncurkan hari ini berfungsi sebagai panduan praktis.

“Ini sebagai acuan bagi para pekerja migran Indonesia yang dapat menggunakan keuangan nanti. Bagaimana bijak mengelola keuangan bagi para pekerja migran Indonesia,” jelasnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cerita Jeffrie Geovanni tentang Peran Jokowi dan Keluarganya Selamatkan PSI

Acara ini merupakan hasil kolaborasi lintas stakeholder, termasuk OJK, BI, dan pelaku usaha, untuk memperkuat edukasi keuangan bagi Pekerja Migran. 

“Kegiatan hari ini semua kolaborasi dan seluruh stakeholder, sehingga kita bisa melakukan peluncuran buku saku literasi,” ungkap dia.

Arahan Presiden Prabowo: Fokus Perlindungan dan Peningkatan Skill

Menteri Mukhtarudin juga turut menyampaikan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan Pekerja Migran, pertama yakni fokus pada peningkatan pekerja migran Indonesia khususnya yang sudah ditempatkan. 

BACA JUGA  KP2MI Gandeng BP BUMN Fokus Pengiriman Pekerja Migran Berkualitas

“Kedua, peningkatan kualitas dan kapasitas calon pekerja migran melalui vokasi dan upgrading skill untuk mengoptimalkan penempatan pekerja migran terampil,” katanya.

Pembentukan Kementerian P2MI dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebelumnya, menurut Menteri, mencerminkan keseriusan Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran.

Ada dua prioritas utama dari arahan tersebut: pertama, peningkatan kualitas pelindungan sepanjang siklus, sebelum berangkat, selama penempatan, dan saat kembali ke tanah air. Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui persiapan skill dan penguasaan bahasa negara tujuan. 

Pos terkait