“Jadi kita harus menempatkan orang-orang yang mengerti bahasa tujuan. Negara akan hadir memfasilitasi para pekerja migran,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga telah menyiapkan 500 ribu lapangan kerja baru bagi Pekerja Migran dengan anggaran Rp15 triliun untuk tahun 2026.
“Pak Presiden sangat peduli terhadap pekerja migran Indonesia, bahkan di beberapa kunjungan bilateral dengan negara-negara lain selalu membicarakan pekerja migran,” ujar Menteri Mukhtarudin.
Mukhtarudin menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi, mendengar, dan memahami perjuangan Pekerja Migran. “Perjuangan setiap pekerja migran Indonesia harus diakui, dihargai, dan menjadi bagian penting kemajuan bangsa,” imbuhnya.
Edukasi Masif dan Adaptasi Budaya: Kunci Hindari Eksploitasi
Ke depan, edukasi literasi keuangan dan perlindungan Pekerja Migran akan dimasifkan tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kantong-kantong daerah lain. Menteri menekankan prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai pedoman adaptasi budaya.
“Kita harus adaptasi budaya di negara orang. Jangan bawa kebiasaan kita di rumah, jangan bawa kebiasaan sesama kita karena setiap negara beda budaya, beda juga karakter. Pandai-pandailah kita beradaptasi dengan keadaan di negara tujuan,” pesannya.
Ia memperingatkan agar Pekerja Migran tidak mudah mengeluh di awal penempatan dan harus menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang unggul, seperti toleransi, gotong royong, kebersihan, dan kejujuran.
“Tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang toleran, bangsa yang penuh dengan gotong royong, saling menolong. Itu yang harus kita tunjukkan di negara tujuan agar kita bisa dihargai,” katanya.

















