Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama libur Nataru, Agustina menyatakan bahwa Dinas Pendidikan mendorong sekolah berkoordinasi dengan perangkat daerah dan unsur masyarakat.
Koordinasi ini mencakup pengamanan aset sekolah, keselamatan siswa, hingga penyediaan kanal pelaporan jika terjadi keadaan darurat.
“Kolaborasi lintas sektor penting agar masa libur berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.
Agustina berharap peran orang tua menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan libur sekolah ini. Ia mengajak orang tua menjadikan liburan sebagai momen berkualitas bersama anak.
“Libur akhir tahun adalah kesempatan membangun komunikasi positif, menanamkan nilai karakter, menjaga rutinitas dasar anak, dan mengarahkan mereka pada aktivitas yang aman, sehat, dan bermakna. Dengan begitu, liburan benar-benar memberi dampak positif bagi perkembangan karakter dan kognitif siswa,”tandasnya.


















