Lebih lanjut, ia menilai, untuk mencapai prestasi dan menyiapkan atlet-atlet berbakat membutuhkan waktu yang lama dan perencanaan yang matang. Proses pembinaan atlet harus dimulai dari usia dini dan memerlukan lingkungan yang mendukung untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.
“Kalau jangka pendek ya itu berarti bisnis olahraga itu tidak bisa dicapai kalau jangka waktunya pendek. Tapi kalau jangka waktunya untuk tujuan jangka waktu panjang, berarti memang proses pembinaan harus dari seperti ini tadi. Atlet kecil kita menyiapkan berbagai macam ambience, situasi, suasana yang membuat Olahraga yang namanya sepak bola di Indonesia di kota Semarang ini tumbuh,” pungkasnya.
“Enggak bisa tiba-tiba ada atlet atau pemain sepak bola hebat tanpa latihan. Maka ini PR. Saya kira enggak hanya Kota Semarang yang punya PR itu nih, se-Indonesia punya PR seperti itu. Kita akan berupaya lah,” imbuhnya. *





















