“Maka, doa pada hari ini kita lantunkan untuk kesehatan seluruh para petugas yang menghadapi tantangan untuk menyelesaikan bencana di Kota Semarang. Saya membayangkan, pasti teman-teman itu tidak beristirahat,” ungkap Agustina.
Agustina juga mengajak seluruh warga untuk disiplin menjaga lingkungan, terutama kebersihan saluran air guna mengendalikan banjir.
Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan adalah bentuk ibadah yang nyata dan meminta masyarakat untuk memastikan sampah rumah tangga dibuang pada tempatnya agar beban kota menjadi lebih ringan.
“Yang paling sederhana adalah memastikan saluran air di sekitar kita tidak tersumbat. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Selain peringatan Nuzulul Qur’an, Pemerintah Kota Semarang secara simbolis menyerahkan bantuan kitab Al-Qur’an. Diketahui bahwa Kota Semarang menerima bantuan sebanyak 20 ribu kitab Al-Qur’an dari Yayasan Al-Fatihah yang nantinya akan didistribusikan ke setiap kecamatan dan masjid agar dapat menunjang program belajar mengaji bagi anak-anak.
“Ini itikad baik dari Pemerintah Kota Semarang untuk melaksanakan janji kita di RPJMD bahwa di setiap sore, anak-anak harus tertib belajar mengaji,” tuturnya.
Agustina juga menginformasikan bahwa Kota Semarang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional ke-31 pada bulan September mendatang.
Penunjukan ini merupakan sebuah kehormatan besar setelah 47 tahun berlalu. Pemerintah Kota Semarang pun tengah menyiapkan berbagai fasilitas serta pengembangan sumber daya manusia untuk menyambut sekitar 11 ribu tamu dari seluruh Indonesia.


















