MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang berupaya memperkuat daya saing pasar tradisional guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upayanya dengan menyiapkan strategi pengembangan ekonomi syariah yang berorientasi pada prinsip keadilan dan kemaslahatan masyarakat.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin dalam dialog Kurma (Kupasan Ramadan Penuh Makna) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada Rabu, 4 Maret 2026.
Iswar mengatakan salah satu wujud keadilan dalam ekonomi syariah tercermin pada sistem distribusi yang sehat dan transparan. Ia berharap distribusi dari hulu ke hilir tidak terganggu, apalagi dengan aktivitas ekonomi yang tidak sesuai dengan prinsip syariah.
“Misalnya saja hasil inspeksi mendadak (sidak) Pemkot Semarang yang ternyata ditemukan sejumlah harga bahan pangan di pasar tradisional lebih tinggi dibanding di supermarket,” kata Iswar.
Menurutnya, dengan kondisi seperti ini dipengaruhi panjangnya rantai distribusi di pasar tradisional. Sementara di supermarket memiliki jalur distribusi yang lebih singkat dan terintegrasi.
“Kalau super market ini kan dari petani langsung ke distributor, lalu disalurkan ke cabang-cabang yang ada,” ujarnya.
Selain harga yang bisa lebih terjangkau, di super market juga untuk aspek mutu barang dinilai relatif lebih terjaga dibandingkan pasar tradisional. Meski demikian, Pemkot Semarang berkomitmen memperkuat daya saing pasar tradisional melalui pengendalian harga dan stabilisasi pasokan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperluas program bazar pasar murah. Jika sebelumnya digelar di tingkat kecamatan, kini kegiatan tersebut dilaksanakan di seluruh kelurahan secara rutin guna membantu pengendalian harga bahan pokok.


















