Pencarian KM Asia Mulia Dihentikan, Tiga Awak Kapal Dinyatakan Hilang

Tim SAR Gabungan memantau di atas atas kapal karet dalam operasi SAR pencarian tiga orang korban kapal KLM Asia Mulia dikabarkan mengalami kecelakaan laut dengan rute dari Pulau Rute, Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Pelabuhan Bunge, Kabupaten Jeneponto, di Perairan Bantaeng, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Dokumentasi Basarnas Makassar.

SRU 2 tim perahu karet Bantaeng melakukan penyisiran dari pantai Tope Jawa dengan radial 181 derajat arah selatan sejauh 5 NM. SRU 3 tim Speed Boat TNI AL melakukan penyisiran dari pantai Tope Jawa dengan radial 170 derajat arah selatan sejauh 10 NM.

“Dan untuk SRU 4 tim Infanteri melakukan pencarian dengan berjalan kaki di pesisir pantai tak berpenghuni di pantai Tope Jawa, Kabupaten Takalar,” tutur Arif.

Dengan penandatanganan berita acara serah terima Operasi SAR Gabungan di Kabupaten Takalar di saksikan oleh pemerintah setempat, maka pencarian terhadap abk KLM Asia Mulia dinyatakan telah ditutup.

BACA JUGA  UNDIP Ramah Peserta UTBK-SNBT 2025 Penyandang Disabilitas

“Hasilnya ketiga ABK tersebut dinyatakan hilang dan tidak ditemukan keberadaannya, namun akan dibuka kembali jika terdapat ada tanda-tanda keberadaan korban untuk kemudian dilakukan evakuasi,” katanya menegaskan.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Kapal KLM Asia Mulia memuat delapan orang ABK dan mengangkut 57 ekor kerbau dengan rute Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju ke Pelabuhan Bunge, Kabupaten Jeneponto pada Kamis, 19 Juni 2025 pukul 04.00 WITA.

BACA JUGA  Tim SAR Hentikan Sementara Pencarian Tiga Pemancing

Dalam perjalanan kapal kayu naas tersebut telah ditabrak oleh kapal besi yang melintas di jalur yang sama, sehingga menyebabkan KLM Asia Mulia terbalik lalu perlahan tenggelam. Tercacat ada lima orang selamat dan tiga orang lainnya dinyatakan hilang.

Pos terkait