MATAWEMARANG.COM – Amerika Serikat melalui Pentagon dan Gedung Putih telah menyusun rencana dan skenario bersama mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran.
Wall Street Journal pada Sabtu, dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, mengatakan skenario itu mencakup apa yang disebut sebagai “rencana besar”, yakni skenario serangan Amerika Serikat terhadap lembaga dan fasilitas pemerintah yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam dalam rangkaian kampanye pemboman berskala luas, lapor surat kabar itu.
Opsi yang lebih terbatas adalah serangan terhadap target pemerintah yang bersifat simbolis, yang dinilai masih memberi ruang bagi peningkatan eskalasi jika Iran tidak menyetujui kesepakatan, tambahnya.
Pada saat yang sama, AS masih merahasiakan tujuan strategisnya dan tidak memberikan informasi rinci, sebut surat kabar itu.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan “armada besar” sedang menuju Iran, seraya menambahkan bahwa ia berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan “adil dan merata” yang melibatkan penghentian total senjata nuklir.
Pemimpin AS itu juga mengingat bahwa pada Juni 2025, AS telah melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai bagian dari Operasi Midnight Hammer, seraya mengatakan bahwa “serangan berikutnya akan lebih buruk lagi” dan menyerukan upaya untuk mencegah hal ini terjadi.
Iran selama ini menyatakan tidak gentar terhadap ancaman AS, namun tetap membuka perundingan dengan Paman Sam. [Ant/Sputnik/RIA Novosti]

















