Prabowo: Jangan Manipulasi Laporan demi Menyenangkan Atasan

Prabowo
President Prabowo Subianto

“BUMN didirikan oleh pendiri-pendiri bangsa kita, dulu namanya perusahaan negara. Sekian puluh tahun bergerak, kita tidak punya industri tekstil, negara mendirikan Patal Senayan, tidak punya industri kertas, kita butuh buku, anak-anak perlu belajar, negara mendirikan pabrik kertas. Tidak punya obat waktu merdeka, negara mendirikan perusahaan-perusahaan farma,” kata Presiden.

“Tetapi lambat laun, iktikad baik ini terjadi penyimpangan-penyimpangan. Negara dalam keadaan baru awal-awal merdeka mendirikan perusahaan negara Pertamina. Ternyata, iktikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan. Saya kaget Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan,” sambung Prabowo.

BACA JUGA  Menteri Sakti Trenggono Pingsan saat Penghormatan Korban Pesawat ATR

Kemudian, Presiden menyoroti masalah adanya regulasi yang menghalangi negara mengaudit perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah BUMN.

Bacaan Lainnya

“Aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi, kalau BUMN (sebagai perusahaan induk) boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” ujar Presiden mengungkap rasa herannya.

BACA JUGA  Presiden Beri Amnesti Hasto, Begini Respons KPK

Oleh karena itu, Presiden meyakini konsolidasi perusahaan-perusahaan milik negara dalam satu entitas Danantara menjadi strategi yang tepat untuk mengelola kekayaan negara dengan lebih optimal dan mencegah kebocoran kekayaan negara.

“Premis kita ternyata benar, konsolidasi satu manajemen dengan rasional dengan standar-standar terbaik dunia,” kata Presiden Prabowo. [Ant]

Pos terkait