Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu masih terseok-seok setelah menghuni juru kunci Grup B dengan lima poin dari 13 pertandingan.
“Kami berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bersama-sama. Akhirnya, kami sepakat melepas Rafa (nama panggilan Rafael De Sa Rodrigues) ke PSIS Semarang,” ujar Manajer PSIM Razzi Taruna.
Sementara itu, Rafinha mengaku berat meninggalkan Yogyakarta setelah ia memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan tim, suporter Laskar Mataram, dan Kota Yogyakarta.
“Saya rasa, saya tidak akan pernah merasakan momen seperti ini lagi. Perasaan saya sekarang campur aduk, antara sedih dan senang,” kata striker 33 tahun asal Brasil itu dikutip Antara.
Meski harus berpisah, Rafinha tetap memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya. Ia ingin melihat PSIM terus konsisten berprestasi di papan atas Super League.
Adapun saat ini PSIM menghuni posisi kelima dengan 24 poin. Mereka menjadi penampil terbaik dari tiga tim promosi, setelah Bhayangkara Presisi Lampung FC menghuni posisi 10 dan Persijap Jepara berada di zona degradasi atau menempati posisi 17.
“Tetaplah berjuang untuk klub ini. Saya berharap semua pemain bekerja keras dan pantang menyerah,” tutur dia. ***


















