MATASEMARANG.COM – Indonesia mulai mencuri perhatian dunia lewat komitmennya membangun ekosistem talenta kecerdasan artifisial (AI).
Dalam ajang AI Talent Day and Graduation 2025 di Jakarta, Rabu 17 Desember 2025, pemerintah mengumumkan bahwa sejumlah organisasi internasional siap memberikan dukungan nyata—mulai dari GPU berkapasitas besar hingga platform open source gratis.
Sekretaris BPSDM Komunikasi dan Digital I Nyoman Adhiarna menegaskan bahwa tawaran kerja sama ini bukan sekadar wacana.
“Sudah banyak organisasi dari luar negeri yang menyatakan minat. Ada yang menawarkan GPU dengan kapasitas besar, semuanya gratis, serta dukungan expertise,” ujarnya.
Dukungan tersebut diharapkan terealisasi pada 2026 dan memperkuat ekosistem talenta AI nasional.
Sepanjang tahun 2025, lebih dari 30 ribu talenta AI berhasil dibina melalui empat program utama: Digital Talent Scholarship, Digital Employment (Diploy), Beasiswa Komdigi, dan AI Talent Factory.
Mereka diproyeksikan berkontribusi di sektor industri, akademik, pemerintahan, hingga riset inovasi.
Nyoman menekankan bahwa arah kebijakan tidak berhenti pada pelatihan.
Fokus ke depan mencakup penyelarasan kompetensi dengan kebutuhan industri, integrasi talenta ke ekosistem kerja, penguatan riset AI, serta penyiapan aparatur publik yang mampu mengelola teknologi secara bertanggung jawab.
Pemerintah juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Mitra teknologi global, perguruan tinggi, penyedia beasiswa, dan industri pengguna talenta dilibatkan untuk memastikan kesinambungan antara proses pembelajaran, peningkatan kapasitas profesional, dan pemanfaatan talenta digital sesuai kebutuhan dunia kerja.


















