“Alhamdulillah di sektor pangan, ketersediaan barang bisa dipastikan dan harganya masih terjangkau oleh masyarakat. Naik memang ada, tetapi tidak sampai pada level yang tidak bisa dijangkau,” tuturnya.
Pemerintah Kota Semarang melakukan pemantauan dan intervensi terhadap komoditas penyumbang inflasi, terutama bahan pangan, terus digencarkan. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) pun diperkuat untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli warga.
Dampak dan Stabilitas Makro
Dengan capaian ini, inflasi Kota Semarang dinilai masih berada dalam koridor aman. Kondisi ini sekaligus menjadi cermin bahwa strategi pengendalian harga yang dijalankan pemerintah daerah, termasuk operasi pasar dan kerja sama dengan bulog terbukti cukup efektif menghadapi goncangan musiman seperti Idulfitri.
Bagi masyarakat, kabar ini memberikan sedikit ruang napas. Meski ada kenaikan harga pada sejumlah komoditas seperti daging ayam dan cabai, gejolaknya tidak berkepanjangan.
Stabilitas ini diharapkan terus berlanjut pasca-Idulfitri, seiring dengan normalisasi permintaan dan distribusi yang kembali lancar.





















