Gerakan bersih-bersih sungai dengan melibatkan seluruh stakeholder hingga masyarakat dianggap Agustina lebih efektif.
Apalagi, pada setiap bersih-bersih sungai antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan semakin tinggi. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam setiap bersih-bersih sungai.
“Saya yakin akhir ini gerakan masyarakat secara umum itu untuk diajak bersama-sama selesaikan sampa di sungai itu senang Seperti hari inj jumlahnya lebih banyak dari sabtu di Sungai Jaten. Masyarakat antusias jika kita sampaikan jadwal tertentu,” terangnya.
Selain bersih-bersih sungai, ia juga menghimbau untuk melakukan penanaman pohon di lokasi yang berpotensi untuk bisa ditanami. Misalnya di sekitar Sungai Tawang Mas yang juga ditanami pohon tabebuya.
“Di sini kita tanam Tabebuya nanti perawatannya kita serahkan ke masyarakat,” tuturnya.
Bersih-bersih sungai selanjutnya akan menyasar ke Semarang Timur dan Pedurungan yang juga menjadi salah satu wilayah yang kerap dilanda banjir.
“Berikutnya kita akan tetap di sini dulu sampai selesai berikutnya di kali yang di Semarang Timur dan Pedurungan,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Glory Nasarani menambahkan kegiatan bersih sungai Tawang Mas ini diikuti 454 orang dari semua komponen mulai dari OPD, Forkopimda, LSM, pemerhati lingkungan hingga komunitas.
“Ini rangkaian HPSN yang juga menindaklanjuti arahan Presiden untuk gerakan Indonesia asri dan arahan Gubernur untuk melakukan aksi bersih serempak di Jateng. Kita melanjutkan dari hari Sabtu bersihkan sungai jaten kalau ini pendek sebenarnya tapi paling banyak sampai 2 dump truck sampahnya,” beber Glory.


















