Wali Kota Semarang Yakin Kemampuan Fiskal Pemkot Mampu Atasi Banjir

MATASEMARANG.COM – Pengendalian dan penanganan banjir di Kota Semarang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) utama bagi pemerintahan yang dipimpin Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Agustina Wilujeng saat pemaparan “Satu Tahun Kepemimpinan Agustina – Iswar” di aula Kecamatan Semarang Timur pada Jumat, 20 Februari 2026.

Tepat satu tahun yang lalu, seluruh kepala daerah se-Indonesia dilantik oleh Presiden Prabowo termasuk Agustina-Iswar.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kepala Bapenda Kota Semarang Mengaku Setor Rp1,2 Miliar ke Mbak Ita

Usai dilantik, keduanya memang langsung bergerak membenahi Kota Semarang termasuk permasalahan klasik yakni banjir.

Diakui Agustina selama satu tahun kepemimpinannya beragam Iswar, urusan banjir memang belum sepenuhnya tuntas. Pasalnya, penanganan dan pengendalian banjir ini juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi hingga pusat.

“Kalau banjir ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemkot saja tapi melibatkan provinsi hingga (pemerintah) pusat,” kata Agustina.

Ia mengatakan titik-titik banjir yang biasa terjadi di daerah Genuk, Gayamsari, Pedurungan, Tlogosari hingga Tembalang bisa dikendalikan jika muaranya telah terselesaikan oleh pemerintah pusat melalui pembangunan giant sea wall hingga kolam retensi.

BACA JUGA  Inilah Empat Stasiun Keberangkatan Terbanyak di Daop 4 Semarang

“Harus dari muara yang dikendalikan dan itu ranahnya ada di pusat yakni pembangunan giant sea wall dan kolam retensi,” tuturnya.

Pemerintah Kota Semarang sendiri juga menyiapkan langkah-langkah dalam pengendalian banjir.

Beberapa hal yang dilakukan yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) diminta untuk membuat roadmap infrastruktur saluran, jalan, dan sungai.

Pos terkait