MATASEMARANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyebut pada awal tahun 2026 hingga pekan kedua ini sudah ada 16 kejadian bencana longsor yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan bencana yang mendominasi di Kota Semarang pada awal tahun 2026 adalah kejadian tanah longsor.
“Dari info grafis kita di awal 2026 ini sudah ada 16 kejadian longsor dan ini yang paling mendominasi di Semarang. Terakhir kemarin itu di Jalan Kuda, Wonosari Kecamatan Ngaliyan itu talut longsor kena rumah,” kata Endro, Jumat, 16 Januari 2026.
Endro menyebut sejumlah wilayah yang rawan longsor di Kota Semarang sesuai dengan peta mitigasi adalah wilayah Banyumanik, Candisari, Gajahmungkur, Tembalang, Ngaliyan dan Gunungpati.
Diakui Endro, Semarang memang tidak bisa lepas dari bencana longsor karena secara geografis ibu kota Jawa Tengah ini memang memiliki wilayah perbukitan.
“Ini menjadi perhatian kita dan imbauan untuk masyarakat yang ada di daerah perbukitan agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Meski demikian dalam kejadian longsor tersebut tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi saja,” terangnya.
Diakui Endro cuaca beberapa hari terakhir dengan curah hujan tinggi dengan angin membuat sejumlah wilayah harus mewaspadai adanya bencana.
“Itulah yang dinamakan waspada hidrometrologi. Jadi hidrometrologi itu aktivitas berlebihan dari perbedaan suhu di udara dan di daratan dan itu bisa berbentuk curah hujan tinggi, angin jadi harus diwaspadai,” tandasnya.


















