MATASEMARANG.COM – Jembatan yang membentang di atas aliran Sungai Bringin diketahui roboh saat aliran sungai deras akibat hujan lebat yang terjadi pada Kamis 15 Januari 2026 lalu.
Robohnya jembatan yang menjadi akses penghubung warga yang tinggal di RT 6 hingga 9 di RW 7 Tambakrejo Kelurahan Mangkang Wetan Kecamatan Tugu ini membuat warga terisolasi selama 2 pekan.
Akibatnya, untuk mobilisasi dan aktivitas sehari-hari, warga menggunakan rakit sederhana untuk menyeberang sungai dengan merogoh kocek sebesar Rp2 ribu sekali jalan.
Prihatin akan kondisi tersebut, warga Tambakrejo bergotong royong membangun jembatan darurat agar akses warga tak lagi terisolir.
Pembangunan jembatan darurat dilakukan ratusan warga sejak Minggu 1 Februari 2026. Diperkirakan, jembatan darurat akan selesai dalam tiga hari yakni pada Rabu, 4 Februari 2026.
Pembangunan jembatan darurat yang dilakukan warga juga mendapat bantuan dari TNI Polri, Kecamatan Tugu dan Kelurahan Mangkang Wetan. Jembatan darurat ini dibangun menggunakan bambu.
Di RW 7 Tambaksari, sekitar 170 kepala keluarga (KK) terdampak langsung dan terisolir, karena robohnya jembatan.
Mayoritas dari mereka bekerja sebagai nelayan dan karyawan swasta yang sehari-hari sangat bergantung pada akses keluar masuk kampung.
Lurah Mangkang Wetan Benny Irawan mengatakan pembangunan jembatan dilakukan secara swadaya oleh warga, serta dibantu anggaran swakelola dari Kecamatan Tugu, serta sumbangan dari Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman.
Tak hanya itu, TNI Polri juga membantu menyumbang tenaga dalam proses pembangunan jembatan darurat.


















