5 Bulan, Tanggul Sungai Plumbon Sudah 18 Kali Jebol

MATASEMARANG.COM – Sejak Desember 2025 hingga Mei 2026, tercatat sudah 18 kali tanggul sungai Plumbon jebol terutama di wilayah Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.

Terbaru, tanggul di RT 01 RW 01  Kelurahan Mangkang Kulon jebol sepanjang 50 meter pada Jumat, 15 Mei 2026.

Selain mengakibatkan rumah-rumah warga tergenang air setinggi paha orang dewasa, luapan air dari jebolnya tanggul tersebut juga memakan satu korban jiwa meninggal dunia.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Siaga El Nino: Pemkot Siap Distribusikan 1 Juta Liter Air Bersih

Penyebab jebolnya tanggul, selain debit air yang cukup tinggi, kondisi tanggul yang mulai tua juga karena tingginya sedimentasi sungai.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut titik jebolnya tanggul selalu berpindah-pindah. Ia mengatakan tingginya sedimentasi dan tanggul yang sudah lama tidak mampu menahan derasnya aliran air.

“Titiknya selalu berpindah-pindah, keterangan dari BBWS memang bangunan tanggul sudah berumur,” kata Agustina saat mendampingi Kepala BNPB meninjau lokasi tanggul jebol di Mangkang Kulon, Selasa, 19 Mei 2026.

BACA JUGA  Operasi Lutut dengan Robotik hingga Perawatan Luka Terpadu dengan One Day Surgery di RS Telogorejo Semarang

Kondisi tanggul yang membelah wilayah Mangunharjo dan Mangkang Kulon memang sudah sangat memprihatinkan. Pemkot bersama BBWS Pemali Juana akan melakukan normalisasi sungai.

Bahkan normalisasi sungai Plumbon ini sudah direncanakan sejak tahun 2024. Namun memasuki tahun 2025, proyek tersebut terdampak kebijakan efisiensi anggaran. Hal ini membuat proses pembebasan lahan hingga saat ini belum selesai.

Pemkot bersama BBWS berkomitmen akan menyelesaikan masalah pembebasan lahan. Normalisasi sungai dinilai sangat mendesak untuk mencegah bencana banjir yang berulang karena tanggul yang jebol. 

Pos terkait