5 Bulan, Tanggul Sungai Plumbon Sudah 18 Kali Jebol

“Dari perintahnya demikian, kami menunggu hasil ukurannya mana saja yang harus dibebaskan dan pemerintah kota siap untuk menyelesaikan urusan banjir dan luapan sungai ini,” jelasnya.

Akibat kejadian banjir Sungai Plumbon Jumat lalu, dari data yang ada total warga terdampak banjir mencapai 1.252 jiwa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.

“Sebagian besar lumpur sudah dibersihkan. Tinggal memastikan apakah peralatan rumah tangga warga masih bisa digunakan atau tidak karena sempat terendam air,” terangnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pemkot Semarang Siapkan Tempat Relokasi bagi Warga Jangli Terdampak Tanah Gerak

Sementara itu, Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto, menyebut jika pihaknya saat ini masih melakukan inventarisasi sekaligus kajian terhadap berbagai persoalan di sepanjang aliran Sungai Plumbon. 

Ia mengatakan pada  tahun 2024 BBWS Pemali Juana sudah membebaskan lahan sekitar 92 bidang dari rencana 318 bidang. 

“Di tahun 2026 ini sedang kita usulkan untuk anggaran pembebasan sisanya,” jelas Sudarto. 

Selain menunggu program normalisasi berjalan, BBWS juga melakukan penanganan darurat sementara seperti pemasangan sand bag dan talut bambu di titik-titik tanggul yang rawan jebol.

BACA JUGA  Sinergi Pemkot Semarang dan Forkopimda Diharapkan Mampu Ciptakan Momen Lebaran Nyaman

Sudarto menjelaskan jika penanganan Sungai Plumbon tidak cukup hanya dengan normalisasi alur sungai, tetapi juga harus disertai pelebaran badan sungai. BBWS bakal mengajukan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp171 miliar. 

“Sungai Plumbon dilebarkan kurang lebih 10 meter, nantinya lebar sungai menjadi 25 meter,” tandasnya.

Pos terkait