Dua Pekan Terisolir, Warga Tambaksari Bangun Jembatan Darurat

Proses pembangunan jembatan darurat di Mangkang Wetan oleh warga. (matasemarang.com/Lia Dina)
Proses pembangunan jembatan darurat di Mangkang Wetan oleh warga. (matasemarang.com/Lia Dina)

“Kita gunakan bambu jenis petung, ini swadaya warga, di-support oleh pihak kecamatan, Pak Pilus (Ketua DPRD) dan TNI Polri,” kata Benny, Selasa, 2 Februari 2026.

Jembatan darurat yang dibangun ini memiliki panjang sekitar 30 – 36 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter. Ia mengatakan, awalnya jembatan darurat ini dirancang hanya untuk pejalan kaki, namun warga menginginkan untuk bisa dilalui sepeda motor dan gerobak.

“Awalnya untuk pejalan kaki, tapi diupayakan bisa dilewati sepeda motor dan gerobak sampah. Kalau tidak begitu, sampah tidak bisa dibuang ke TPS di seberang,” tuturnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Satu-satunya Akses, Jembatan Darurat di Mangkang Wetan Harus Segera Dibangun

Benny menyebut untuk membangun jembatan darurat ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 20 juta.

Jembatan lama sebenarnya sudah cukup kokoh karena menggunakan cor dan besi. Namun, pondasi besinya tergerus arus sungai saat debit air tinggi.

Selain itu, jembatan lama dipastikan tidak dibangun titik yang sama jika nanti sudah ada anggaran pembangunan jembatan oleh BBWS Pemali – Juana, ataupun Pemkot Semarang.

“Karena di jembatan lama, pemilik lahan tidak boleh lagi digunakan untuk akses warga. Jembatan darurat dibangun karena jalan umum, sehingga tidak mengganggu lahan milik warga,” katanya.

BACA JUGA  Pengecoran Jalan Perintis Kemerdekaan, Polisi Terapkan "Contraflow"

Terkait cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga Februari, pihaknya mengakui ada kekhawatiran, jika jembatan darurat yang dibangun saat ini roboh. Namun, ia memastikan jika konstruksi jembatan darurat sudah disesuaikan.

“Tiang utama tidak dipasang di tengah sungai, agak kepinggir. Tinggi jembatan juga kita samakan dengan talut,” tandasnya.

Pos terkait