MATASEMARANG.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Sukron, penjual hewan kurban di Jalan Flamboyan, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, mengaku lebih dari 90 persen hewan kurban sudah laku terjual.
Pada Iduladha tahun ini, penjualan hewan kurban miliknya mengalami peningkatan. Ia menyebut ada 23 kambing dan 23 domba yang ia jual di lapaknya.
Rata-rata kambing dan domba yang ia jual berasal dari daerah Banjarnegara.
“Bawa kambing 23 (ekor), domba juga 23 (ekor). Sudah 90 persen terjual, jadi yang di sini (lapak) rata-rata sudah milik orang, sudah dibayar,” ujar Sukron kepada matasemarang.com, Senin, 25 Mei 2026.
Dari dua jenis hewan kurban yang ia jual, menurutnya domba saat ini lebih banyak diminati oleh pembeli. Domba yang ia jual berjenis moreno yang beratnya ada yang mencapai 90 kg per ekor.
“Domba yang paling kecil 30 kg dan yang paling besar 90 kg. Jenisnya Moreno. Kalau kambing beratnya 25–30 kg per ekor,” sebutnya.
Tingginya kebutuhan masyarakat dalam menyalurkan kurban, membuat Sukron juga merasakan dampak positif. Ia menjual kambing dan domba per ekor pada kisaran harga Rp2,5 juta–Rp5 juta.
“Minatnya tinggi pada tahun ini, stoknya agak kurang, biasanya saya bawa sampai 70 ekor,” sebutnya.
Lebih lanjut, Sukron mengaku belum menyertakan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) sebagai syarat menjual hewan ternak dari luar kota. Namun ia memastikan hewan kurban yang ia jual dalam kondisi sehat.
“Pembeli bisa lihat langsung, kambing dan dombanya sehat-sehat di sini, kalau sakit kan kelihatan. Tahun ini SKKH memang belum disiapkan karena dari pihak kelurahan kemarin juga tidak bilang kalau pakai SKKH,” terangnya.


















